Les Miserables adalah film drama musical yang
diadaptasi dari novel kenamaan karya Victor Hugo, diterbitka
pertama kali pada tahun 1862. Sebelumnya novel ini telah beberapa kali dibuat versi
filmnya. Tetapi, pada film yang terakhir lebih sukses dan lebih berkesan. Film ini sendiri dirilis pada 7 December 2012.
Film ini mengambil tema 20 tahun semenjak dimulainya
revolusi Perancis, mengisahkan seorang narapidana yang dibebaskan bernama Jean
Valjean setelah dipenjara selama 19 tahun karena mencuri sepotong roti untuk
keponakannya yang kelaparan. Hukumannya awalnya hanya 5 tahun saja, tapi
menjadi berlipat-lipat karena berusaha melarikan diri dan melawan saat pelariannya.
Les Miserables sendiri berasal dari bahasa Perancis, artinya
orang-orang yang malang. Film ini
mempunyai durasi yang cukup lama, yaitu 2 jam 38 menit. Bagi seseorang yang
tidak pernah melihat pertunjukan drama musikal, mungkin akan terasa aneh jika
menonton film ini. Karena, seluruh dialog yang ada pada film ini menggunakan
musik seperti pertunjukkan musikal. Saat proses syuting film ini, para pemain
menyanyikan dialog yang ada secara live (langsung), dengan mengikuti irama
piano yang dimainkan diluar scene tempat yang berbeda. Para pemeran menggunakan
sejenis earphone kecil yang dipasang ditelinga agar bisa mengikuti irama musik
dan menyeleraskannya.
Cerita dalam film ini mengisahkan kehidupan Jean Valjean.
Yang diawali pembebasannya dari penjara, sebagai pembebasan bersyarat.
Pembebasan bersyarat merupakan sesuatu yang memalukan saat itu di Perancis.
Orang bebas bersyarat membawa surat dari kepolisian Perancis sebagai tanda seseorang
yang dianggap berbahaya, dan diwajibkan melaporkan dirinya satu bulan sekali.
Hal itu membuat Jean susah mencari pekerjaan, apalagi
menafkahi dirinya sendiri. Jean lalu mengembara dari satu tempat ke tempat
lainnya untuk mencari tempat tinggal. Namun, masyarakat menolaknya hingga suatu
hari ia bisa tinggal di sebuah gereja katolik milik pastor Mabeuf. Sang pastor
memberikan makanan dan tempat untuknya tinggal. Tapi, Jean yang gelap hati
mencuri peralatan-peralatan gereja yang terbuat dari perak untuk dijualnya.
Perbuatan Jean terungkap ketika para polisi menangkapnya dan menyerahkannya
kepada pastor. Pastor yang mengetahui itu mencoba menolongnya dengan mengatakan
bahwa semua barang itu diberikannya secara sukarela. Jean yang mendengar itu
tergugah hatinya dan mengakui kesalahannya. Hingga ia bertobat dan berjanji akan
menjadi hamba Tuhan yang baik.
Beberapa tahun kemudian keadaan berubah. Jean yang dulunya
orang biasa kini telah menjadi seorang yang mapan dan terkenal. Ia mempunyai
pabrik sendiri dengan buruh yang banyak. Ia telah berubah dari seorang
narapidana menjadi seorang walikota yang disegani, dikenal oleh orang-orang
sekitarnya dengan nama Monsieur Madeleine. Ia menyembunyikan identitas aslinya
dari kejaran polisi. Keadaan Perancis saat itu sangat kumuh, para tunawisma
bertebaran di jalanan meminta belas kasih dan makanan. Semua orang harus
berjuang untuk bertahan hidup jika ingin bertahan hidup esok harinya. Salah
satu buruh dari pabrik Jean, Fantine, seorang ibu yang harus menghidupi anak
perempuannya, Cosette. Mendapatkan diskriminasi dari sesama pekerja sehingga
diusir dari pabrik, dan hidup tanpa tujuan kecuali demi putrinya tercinta, hal itu
tidak diketahui oleh Jean.
Salah satu cara untuk bertahan hidup yang dilakukan Fantine
adalah mencadi pelacur. Ia menjadi pemuas nafsu pria di dermaga tua beserta
wanita lainnya. Bahkan demi putrinya, ia rela menyerahkan giginya serta
rambutnya untuk dijual dengan harga beberapa franc. Suatu hari Fantine mendapat
perlakuan buruk dari pelanggannya, hingga ia harus dilarikan di rumah sakit.
Untunglah saat itu Jean lewat dan mengetahui hal itu, ia langsung membawa
Fantine ke rumah sakit. Jean tidak tahu bahwa Fantine adalah salah satu pekerja
di pabriknya, ia sangat merasa bersalah. Ia berjanji akan menebus kesalahannya
dengan menjemput Cosette dan merawatnya.
Keadaan Cosette tidak seperti anak-anak kebanyakan. Di
usianya yang belia ia menjadi pembantu di keluarga Thenardier. Tuan dan nyonya
Thenardier menyewakan penginapan bagi orang-orang, sekaligus penipu ulung dan
mata duitan. Putri mereka, Eponine sangat dimanjakan. Jean bisa menebus Cosette
dari keluarga Thenardier dan membawanya pulang bersamanya. Ia mengatakan bahwa
Cosette akan menjadi putrinya dan merawatnya dengan sepenuh hati.
Masalah semakin rumit ketika seseorang inspektur yang
bernama Javert mengetahui bahwa walikota Madeleine selama ini adalah Jean
Valjean, mantan narapidana yang selalu diburunya. Maka terjadilah pengejaran
kepada Jean. Jean harus berpindah tempat untuk menghindari kejaran Javert
sambil mengasuh Cosette.
Beberapa tahun kemudian Cosette tumbuh menjadi gadis yang
cantik jelita. Jean yang selama ini merawatnya khawatir jika Cosette menemukan
pria yang akan menjadi calon suaminya dan meninggalkannya karena Jean adalah
mantan narapidana yang hina.
Pemberontakan mulai terjadi di Perancis, rakyat sipil mulai
merencanakan revolusi. Mereka sudah muak dengan pemerintahan yang merugikan
rakyat. Di barisan pemberontak tersebutlah seorang pemuda yang bernama Marius,
Marius adalah keturunan bangsawan. Tapi, ia mendukung rakyat Perancis. Marius
menjalin kisah cinta dengan Cosette. Cinta ini bisa dikatakan cinta segitiga,
ada seorang wanita lain yang mencinta Marius, yaitu Eponine. Marius hanya
menganggap Eponine sebagai teman saja.
Perseteruan Javert dan Jean masih berlanjut,
hingga suatu hari Javert berhenti mengejar Jean. Sebagai balas budi atas Jean
yang telah membebaskan Javert dari penyanderaan pasukan pemberontak. Saat
peperangan berlangsung, Marius yang saat itu sebagai pemberontak, bisa selamat
dari perang atas kebaikan Jean yang telah menyelamatkannya dari pasukan tentara
kerajaan. Jean berniat menyatukan Marius dan Cosette yang terpisah sebagai
upaya terakhirnya untuk membahagiakan Cosette. That's All
by: Jacobsky


Tidak ada komentar:
Posting Komentar